Senin, 23 April 2019 UPT Laboratorium Terpadu Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendapat kunjungan dari civitas akademika dari Universiti Teknologi Petronas Malaysia (UTP). Kunjungan yan didominasi oleh mahasiswa bidang Teknik ini disambut dengan baik oleh Dr. Agr. Eko Setiawan, SP., MSi. selaku Kepala UPT. Laboratorium Terpadu UTM beserta seluruh jajaran stafnya di gedung bagian timur. Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antar institusi dalam pengembangan program kerjasama berkelanjutan bagi kedua civitas akademika terutama dalam pengembangan di bidang penelitian. Kedatangan tamu dari UTP ini pun disuguhkan dengan berbagai camilan khas Madura salah satunya adalah Kripik Gayam. Kepala UPT. Laboratorium Terpadu UTM memaparkan segala fasilitas penunjang dan pelayanan yang terdapat di Laboratorium tersebut yaitu layanan pendidikan (laboratorium biologi, fisika, dan kimia) serta layanan penelitian (laboratorium pengujian, ruang herbarium, kebun koleksi, serta ruang mikroskop).

Setelah mendengarkan paparan penjelasan mengenai UPT. Laboratorium Terpadu UTM beserta fasilitas penunjangnya, kunjungan pun dilanjutkan ke gedung bagian barat di UPT. Laboratorium Terpadu. Antusiasme mahasiswa serta dosen (Dr. Noridah Binti Osman) tampak saat melihat kebun koleksi yang berisikan berbagai macam tanaman lokal khas Madura yang didapatkan dari kegiatan eksplorasi seperti Kondhur (Benincasa hispida(Thunb.) Cogn.), beberapa kacang koro mulai dari Koro pedang putih (Canavalia ensiformis (L.) DC.), Koro pedang merah (Canavalia gladiata)(Jacq.) DC.), Kara benghuk (Mucuna pruriens DC.), serta beberapa tanaman Kecipir, Kacang oto’, kacang tanah; Sirsak lokal, serta beberapa koleksi Pisang lokal khas Madura sekaligus dipaparkan juga pemanfaatan dari setiap koleksi tumbuhan tersebut. Menurut mereka, hal inilah merupakan salah satu pengalaman baru bagi mereka karena beberapa tumbuhan tersebut tidak pernah mereka jumpai sebelumnya di Malaysia.

Setelah melihat koleksi tumbuhan lokal yang terdapat di kebun koleksi, kunjungan pun diarahkan ke ruang koleksi herbarium. Ruang herbarium yang sudah didirikan sejak September 2018 ini menuai decak kagum mahasiswa karena koleksi yang dimiliki kurang lebih telah mewakili 1/3 bagian dari wilayah Madura. Saat Kurator herbarium menjelaskan fungsi dari adanya koleksi herbarium, seluruh civitas akademika UTP sangat antusias dan memberi cukup banyak pertanyaan mengenai fungsi, tata cara koleksi dan pembuatan, penanganan pasca penyimpanan, serta proses pengolahan pangkalan data herbarium dalam bentuk digital. Mengingat bahwa koleksi spesimen herbarium yang disimpan tidak hanya spesimen herbarium saja, melainkan herbarium basah dan koleksi biji tumbuhan lokal khas Madura. Ibu Noridah menuturkan bahwa koleksi herbarium yang tersimpan ini sangat bagus dan lengkap sertra belum dimiliki oleh Malaysia khususnya di kampus UTP, sehingga bentuk kerjasama dalam pengujian kandungan metabolit dari setiap tumbuhan pun dapat dilakukan dalam jangka kedepannya.

Dosen UTP (Ibu Noridah Binti Osman) pun menuturkan kepada Kami bahwa plasma nutfah yang telah dikoleksi oleh UPT. Laboratorium Terpadu ini dapat dimanfaatkan untuk penelitian bersama kedepannya dalam bentuk kerjasama antar lembaga berupa pengembangan tanaman pangan dan obat untuk tahan kering, tahan hama, serta tahan terhadap persaingan gulma dalam bentuk MoU kerjasama yang nantinya disusul dengan tema riset penelitian yang bersifat mendesak untuk segera dikembangkan bersama di Madura dan Malaysia. Kepala UPT. Laboratorium Terpadu telah menanggapi hal tersebut dan segera menindaklanjuti terkait usulan tersebut sebagai salah satu program dalam mengembangkan UPT. Laboratorium Terpadu di Universitas Trunojoyo Madura.

Kunjungan Universiti Teknologi Petronas Malaysia di UPT Laboratorium Terpadu Universitas Trunojoyo Madura